Minggu, 17 Januari 2010

प्रमुका kekinian

Pramuka sebagai orgnisasi terpublik dan di akui oleh pemerintah, sekaligus sebagai organisasi pemuda terbesar, pramuka pada awalnya mempunya figur yang tinggi di mata masyarakat sehingga para masyarakat mempunyai antusias yang tinggi untuk mengikut sertakan anaknya untuk bergabung dengan organisasi pramuka, antusias itu bukan hanya berangkat atas kehendaknya sendiri tapi mereka melihat bukti bahwa dengan mengikutsertakan anaknya akan membuat mereka lebih kreatif, cerdas dan mandiri, karna memang pendidikan kepramukaan di ditujukan untuk mendidik anak muda sebagai kader bangsa yang lebih baik.
tapi sayang saat ini pramuka bukan lagi di pandang seperti itu, banyak masyarakat mengatakan bahwa pramuka itu hanya pendidikan tepuk dan nyanyi saja, yang mana mereka itu tidak mengerti hakikat dari pramuka itu sendiri, entah kerana apa, masyarakat berpandangan seperti itu mungkin karena mereka belum kenal dengan pramuka, atau sebaliknya memang kenyataannya seperti itu, pramuka hanya tinggal tepuknya saja.
Anggapan itu merupakan tantangan besar bagi kaulamuda penggemar pramuka, pemorosotan secara drastis atas pandangan masyarakat itu adalah ancaman serius, bobot dari pramuka itupun sendiri seakan musnah, visi dan misinya kini tak dihiraukan satya darma pramuka dikucilkan begitu saja karena yang tampak saat ini adalah keriangan dan tepuk saja padahal keriangan dan tepuk itu merupakan kurikulum atau cara pembelajaran yang sangat efektif, tiada paksaan seperti halnya di sekolah yang hanya merupaka pndidikan dalam dalam kelas, tapi beda dengan pramuka, alam bebas menjadi tempat belajar, berpraktek dan bercanda ria..
Tak salah kiranya jika canda tawa gurau di jadikan cara untuk belajar karna pendiri pramuka (baden powell) dan sorve lapangan dan meris mengatakan ”saat anak didik itu dalam keadaan tenang riang akan lebih cepat meresap pelajaran yang di transfer pada mereka”, beda halnya seperti di sekolah yang di kekang dengan peraturan dan undang-undang, sehingga mereka merasa jenuh dan mender.
Satu bukti nyata, perkembangan pendidikan kini statis seakan tak ada jalan untuk menuju pendidikan yang lebih baik, sangat sulit mencari pera pelajar yang belajar karna kehendaknya sendiri mereka belajar karna terkekang, terpaksa dan hanya tututan angka-angka seperti yang di sebutkan oleh laskar pelangi, sehingga dampaknya apa yang mereka pelajari tidak bertahan lama (saat ini belajar dan saat inipula juga hilang), tak heran jika ini terjadi karna apa yang di pelajari tidak selaras dengan pikiran mereka
Tak heran jika para pakar pendidikan kini kesulitan untuk mengatasi ke-statisaan pendidikan, dari di adakan BOS (Bantuan Oprasiona Sekolah), hingga perpindahan kurikulum tapi hal itu sia-sia saja karna para pakar itu tidak paham bahwa kestatisan itu di akibatkan karna keterkekangan para pelajar.

Bada halnya dalam oraganisasi pramuka yang selalu di hiasi permainan yang mengandung pendidikan, kejujuran(honesty), kepemimpinan (leder), kecerdasan, dan tak pernah memaksa apalagi mengekang peserta didik, sehingga mereka selaras dengan apa yang mereka inginkan, praktek dan pengikut sertaan dalam perkembangan zaman baik dalam perkembangan tehnologi(TEKNOLOGI) maupun pendidikan(edukasion), tapi hal itu di lmanifestasikan bukan untuk meraih nilai dari angka-angka tapi aplikasi itu di tujukan untuk menyeimbangkan antar bakat dan menat.
tapi entah kenapa para masyarakat memandang hanya dari segi permainannya saja bukan dari mamfaat dan atau isi dari permainan itu sendiri, untuk itu kita sebagai seorang pramuka harus bisa menampakakan bahwa sebenarnya kita bermain sambil berlatih (praktic) dan berlajar, jangan bingung dengan apa kita akan menampakan hal itu, mudah saja tampakkan hasil dari proses bahwa kita bisa, bisa di semua bidang karna seorang pramuka adalah lahan yang bisa di tanami apa saja, kita bukan tahu banyak tapi sedikit atau tau sedikit tapi banya tapi kita seorang pramuka tau banyak tapi juga banyak, dan jangan takut salah tunjukkan mental kepramukaan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar